Lagi, Mantan Bendahara Langkat Diperiksa KPK


sumber : www.jpnn.com

JAKARTA — Meski masih dalam suasana lebaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melakukan proses penyidikan kasus dugaan korupsi APBD Langkat tahun 2000-2007. Kemarin, mantan Bendahara Umum Pemkab Langkat, Buyung Ritonga, kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Syamsul Arifin, mantan bupati Langkat yang kini menjadi gubernur Sumut. Buyung sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk perkara yang sama.

“Hari ini (kemarin, red) yang dipanggil sebagai saksi kasus Langkat adalah Buyung Ritonga. Tak ada yang lain, hanya dia,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada JPNN di Jakarta, Rabu (15/9). Dalam catatan JPNN, Buyung merupakan salah satu saksi yang sudah berulang kali dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK. Tercatat, Buyung sudah keluar masuk gedung KPK sejak April 2010, hingga kemarin.

Sementara, saat ditanya kapan Syamsul Arifin akan dipanggil dalam statusnya sebagai tersangka, Johan mengaku tidak tahu. “Belum tahu saya,” ujar Johan. Terkait dengan adanya sejumlah anggota DPRD Sumut yang juga dimintai keterangan sebagai saksi kasus ini, Johan juga mengaku tidak tahu keterkaitan para politisi itu dengan kasus Langkat. “Waduh, kalau sudah masuk materi, serius, saya nggak tahu. Kalau tahu saya kasih tahulah,” ujar Johan.

Sebelumnya, pada 6 September 2010, tim penyidik KPK memintai keterangan adik kandung Syamsul, Khairuddin alias Kecik. Empat hari sebelumnya, yakni 2 September 2010, putri pertama Syamsul, yakni Beby Arbiana, juga dimintai keterangan, yang disusul sehari kemudian dengan penyitaan mobil Jaguar milik Beby.

Johan Budi mengakui, untuk kasus Langkat memang saksinya banyak. “Sekarang masih terus memerlukan keterangan saksi-saksi untuk proses penyidikan,” kata Johan. Pernyataan Johan senada dengan Plt Ketua KPK Haryono Umar dan Wakil Ketua KPK, Moh Jasin sebelum lebaran lalu.

Jasin mengatakan, jumlah saksi yang cukup banyak, ditambah faktor kehati-hatian penyidik, hal itu yang membuat proses pengusutan perkara Langkat ini memerlukan waktu. “Saksinya banyak, itu makanya jadi lama,” ujar Moh Jasin. Ditanya mengenai keterkaitan saksi-saksi dari kalangan politisi dengan kasus Langkat ini, Jasin tidak mau komentar banyak. Apakah sejumlah anggota DPRD Sumut diperiksa lantaran ikut menikmati aliran dana APBD Langkat? Jasin tidak menjawab tegas. Dia hanya mengatakan, proses penyidikan masih berlangsung. “Sabar saja, masih jalan terus. Semua sedang diteliti,” ucapnya.

Haryono juga membenarkan, banyaknya saksi yang harus dimintai keterangan membuat kasus Langkat agak lambat. Namun ditegaskan, semua pasti akan berujung pada pelimpahan perkara ke pengadilan. “Tidak akan pernah dihentikan dan pada saatnya akan sampai ke pengadilan,” terang Haryono saat itu. (sam/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: