Pejabat Sumut `Rapat` Penuntasan Koruspi APBD Langkat


sumber : www.gomedan.com

Sabtu, 11 September 2010 | 15:10:08
LANGKAT-Kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius atau dengan kata lain tak hanya `gertak sambal` guna mencari keuntungan dan kepentingan oknum tertentu dalam menangani kasus korupsi Langkat, dalam bulan ini juga berkas dan tersangka Syamsul Arifin sudah selayaknya dilimpahkan ke peradilan.

Hal di atas ditegaskan pimpinan Masyarakat Pancasila (MPI) Langkat, Misno Adi dan koordinator K-Semar, Togar Lubis, pada gomedan.com, Sabtu (11/9) via selular.

“Apa lagi yang kurang? Dua mobil Panther mantan anggota dewan Langkat sudah disita KPK, Sebagian uang korupsi dikembalikan Syamsul, dan mobil Jaguar putri mantan bupati Langkat itu juga sudah disita. Kecuali penyitaan mobil Jaguar hanya trik politik guna mencari sesuatu menjelang lebaran,” kata Misno Adi.

Beda dengan Togar Lubis. Dirinya pesimis dengan kinerja KPK yang sudah lebih dari dua tahun menangani kasus ini. Apalagi penetapan Syamsul Arifin dan mantan Bendahara Umum (BUD) Pemkab Langkat, Buyung Ritonga, sebagai tersangka sudah hampir setengah tahun. Selama ini pula, Syamsul sempat `mengutak-atik` jajaran Pemprovsu.

“Terus terang saya sudah malas menambah atau memberi data ke KPK. Kasus sudah terang tapi tak juga tuntas. Ada apa?” ucap Togar Lubis.

Pejabat Kumpul ke Langkat

Terpisah, diperoleh informasi kalau sejak H-1 Idul Fitri sejumlah pejabat Pemprovsu, Pemko Medan, Pemko Binjai, Tebing Tinggi dan mantan pejabat Langkat yang kini dipercaya Syamsul pada posisi strategis di pemerintahan, kumpul ke kediaman orang tua Syamsul yang notabene kini adalah Gubernur Sumut. Tindakan ini dilakukan, disebut guna melakukan `rapat` mencari solusi penyelesaian atau pengalihan kasus Langkat ke Kejaksaan.

Adalah Walikota Medan, Rahudman Harahap, yang disebut terlihat begitu loyal berlebaran lalu `rapat` di rumah orang tua Syamsul. Selain itu, walikota Binjai, Idaham dan PJ bupati Labura, Asrin Naim, Pj Walikota Tebing Tinggi, Edi Sofyan serta lainnya.

Sebelumnya, dalam upaya pembungkaman kasus atau setidaknya pengalihan berkas dan tersangka sepenuhnya dari KPK ke Kejaksaan, Kadis Bina Marga Sumut Marapinta Harahap diinformasikan telah beberapa kali bertemu oknum-oknum tim KPK yang menangani kasus Langkat. Marapinta bahkan didera isu menyuap tim KPK hingga mencapai Rp 5 miliar. Dana itu dipereh Marapinta, bersumber dari dana talangan beberapa pimpinan SKPD.

Dipercayanya Marapinta `mengatasi` kasus ini ke KPK, sebut sumber, sebab sebelumnya mantan kadis Kimpraswil Deliserdang, Sumut, itu telah berhasil mengalihkan penanganan kasus korupsi infrastruktur Deliserdang sebesar Rp 10 miliar dari KPK ke Polda Sumut. Dan kasus korupsi APBD tahun 2007 itu bahkan kini tak terlihat ditindaklanjuti Poldasu. Terlebih, sejak beredarnya isu dan bahkan pemberitaan di media, Marapinta diduga menyuap Poldasu sebesar Rp 500 juta agar kasus infratruktur tersebut ditutup untuk selamanya.

Terkait hal di atas, tersangka Syamsul Arifin yang dikontak ke selularnya guna konfirmasi dugaan kompulnya para pejabat di kediaman orang tuanya terkait kasus korupsi langkat, sampai saat ini belum ada jawaban. Sementara Marapinta Harahap selaku `eksekotor` dana dugaan suap KPK, sebelumnya mengatakan tak ada masalah dalam kasus ini. Dipastikan ketegasan jawabannya selaku terduga penyuap aparat dalam kasus korupsi, hand phone Marapinta langsung tak aktif.(Ded/Pra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: