Telusuri Korupsi Langkat, Mantan Pangdam I/BB Ikut Diperiksa KPK


sumber : Harian Sumut Pos

JAKARTA-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak lebih cepat, dibanding target waktu yang sudah dirancang. Tim penyidik kemarin (5/1) telah melayangkan surat panggilan kepada tersangka kasus dugaan korupsi APBD langkat 2000-2007, Syamsul Arifin. Mantan bupati Langkat itu diminta untuk hadir ke KPK pada Senin (11/10) pekan depan.

Surat panggilan itu langsung dikirim penyidik KPK ke Syamsul, di kantor gubernur Sumut, kemarin pukul 10.30 Wib. Sumber Sumut Pos menyebutkan, surat panggilan sengaja dikirim langsung ke Syamsul agar mendapatkan kepastian yang bersangkutan bisa memenuhi panggilan tepat waktu sesuai jadwal, Senin pekan depan, pukul 09.30 WIB.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, membenarkan bahwa tim penyidik KPK sudah melayangkan surat panggilan untuk tersangka Syamsul Arifin. “Ya, benar, hari ini (kemarin, Red), untuk hadir pekan depan,” kata Johan, yang saat dihubungi tadi malam sedang berada di Mataram. Biasanya, Johan baru memberikan keterangan mengenai siapa saja yang dimintai keterangan tim penyidik, pada hari itu juga, yang biasanya pagi hari. Jarang sekali Johan memberikan keterangan mengenai nama saksi-saksi yang akan dipanggil besok, apalagi pekan depan.

Begitu mendapatkan bocoran mengenai surat pemanggilan itu koran ini menghubungi kuasa hukum Syamsul, Viktor Nababan.

Hanya saja, ketua Badan Hukum dan Hak Azasi Manusia (Bakum-HAM) DPP Partai Golkar itu juga mengaku belum tahu mengenai surat panggilan dimaksud. “Belum, belum,” kata Viktor.

Bagaimana jika pada pemanggilan pertama itu nanti Syamsul langsung ditahan? Viktor menjelaskan, Syamsul ditahan atau tidak sangat tergantung dari tim penyidik KPK. Penahanan, lanjutnya, berdasarkan pertimbangan yang sifatnya sangat subyektif dari tim penyidik. Yakni ada tidaknya kemungkinan tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti.

Menurut Viktor, jika dilihat dari pertimbangan tersebut, Syamsul tidak memenuhi persyaratan untuk ditahan. Menurutnya, Syamsul tidak mungkin melarikan diri karena dia seorang gubernur. Syamsul, lanjutnya, juga tidak mungkin mengulangi perbuatannya, karena dia sudah tak lagi sebagai bupati Langkat.

Masih kata Viktor, kliennya itu juga tidak mungkin menghilangkan barang bukti. “Karena saya yakin bukti-bukti yang ada sudah disita KPK. Bukti apa yang mau dihilangkan? Menurut saya, Pak Syamsul tidak memenuhi syarat untuk ditahan. Jadi, mestinya nanti tidak ditahan,” ujar Viktor, yang mendapat mandat dari DPP Golkar untuk melakukan advokasi terhadap Syamsul, dalam kapasitasnya sebagai ketua DPD Golkar Sumut.

Tapi, bukankah KPK punya kebiasaan langsung menahan tersangka saat pemanggilan pertama? Viktor mengakui hal itu. Dikatakan, memang selama ini KPK punya kebiasaan menahan tersangka. “Terlebih jika sudah P21, sudah di jaksa, biasanya ditahan. Andalan KPK kan penahanan,” ujarnya.

Tim penyidik kemarin masih memintai keterangan sejumlah saksi. Mantan Pangdam I/BB, Lilek AS, Dwi Djatmiko (PNS Polri), Edi Warsah (PNS di Kantor Pertambangan), Diana sari, Gudok, dan Buyung Ritonga, yang semuanya juga PNS.

Namun, di luar nama-nama yang dirilis bagian Humas KPK, kemarin sore koran ini juga bertemu dengan mantan calon walikota Binjai, Dani Setiawan, yang baru saja keluar dari gedung KPK. Dengan ramah dan akrab, dia mengaku bahwa datang sebagai saksi kasus Langkat. “Iya, iya saksi,” ucapnya.

Dari Medan sendiri, Syamsul, kemarin pagi menghadiri acara HUT TNI ke-65 di Lanud Medan. Siang harinya dia menghadiri acara pelepasan personel Babinkamtibmas di halaman Balai Kota. Syamsul sendiri enggan ditanyai wartawan. Saat wartawan koran ini mendekat, dia langsung menunjuk Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. “Gak, gak,” ujarnya meninggalkan wartawan. (sam)

Satu Tanggapan

  1. kunjungan balik ditunggu gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: