Syamsul Tetap Nyawer


sumber : Harian Sumut Pos

BERNYANYI: Syamsul Arifin bernyanyi dengan ibu-ibu di acara peresmian PKK-KB Sumut di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (12/10)//Ria Hamdani/Sumut Pos


* Joged dan Nyanyi Lagu ‘Anak Medan’
* Ditanya Kasus APBD Langkat, Wali Kota Binjai Ikut Keberatan

BINJAI-Berstatus tersangka dan nyaris dijemput paksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyurutkan aktivitas Syamsul Arifin. Sebagai orang nomor satu di Sumatera Utara, Syamsul bekerja seperti biasa, mengikuti angenda kerjanya.

Kemarin (12/10), Syamsul menghadiri acara peresmian PKK-KB Sumut di Lapang Merdeka Binjai. Dalam acara yang dihadiri sejumlah pejabat kabupaten/kota se provinsi itu, Syamsul dan istri didampingi Wali Kota Binjai, HM Idham. Ia terlihat santai. Saat memberikan kata sambutan, gubernur masih mampu membuat tamu dan undangan terpingkal
Setelah memukul gong sebagai tanda peresmian PKK-KB Sumut, Syamsul bersama Idham bersalaman dengan para undangan.

Syamsul kemudian meninjau kendaraan KB Kota Binjai, seperti mobil dan sepeda motor KB, serta melihat tempat donor darah sukarela dari RSU dr Djoelham Binjai. Bahkan, Syamsul sempat foto bersama dengan Idham di depan mobil KB Kota Binjai.

Mantan atlet tinju dan wartawan itu menyempatkan diri menyanyikan lagu Anak Medan dan berjoged bersama ibu-ibu. Pria murah senyum ini menyawer Rp100 ribu per orang kepada sekitar 10 orang ibu-ibu yang ikut bernyanyi dan berjoged.

Usai bernyanyi, Syamsul dikawal ketat Sat Pol PP, kepolisian dan sejumlah ajudannya, bergerak menuju rumah Dinas Wali Kota Binjai, di Jalan Veteran.

Dalam perjalanan menuju mobil dinasnya, Syamsul sempat dicegat sejumlah wartawan. Namun, ia enggan memberikan keterangan di tanah lapang. “Nanti saja kita wawancara, setelah sampai di rumah dinas. Sudah tahu artinya itu kan,” ujar Syamsul.

Di rumah dinas Wali Kota Binjai, Syamsul menerangkan tujuan dibentuknya PKK-KB. Ketika wartawan Sumut Pos bertanya seputar pemeriksaan Syamsul di KPK terkait dugaan korupsinya saat menjabat Bupati Langkat, Wali Kota Binjai, Idham meminta petugas untuk menarik wartawan Sumut Pos.

Sikap Idham membuat sejumlah wartawan terganggu. Ajudannya mulai menghalangi proses wawancara.
Sementara itu, yang ditanya enggan menanggapi memberi jawaban tetang pemeriksaan di KPK. “Saya datang kemari bukan urusan KPK, tapi urusan KB,” ujar Syamsul singkat.

Ketika wartawan Sumut Pos kembali bertanya terkait surat panggilan yang kedua, Syamsul berang dan mengulangi jawabannya. “Saya kemari urusan KB, bukan KPK,” katanya dengan nada tinggi sambil mengacungkan jari telunjuknya.

Usai memberikan jawabannya, Syamsul bersama Idham, dan sejumlah tamu undangan memasuki rumah dinas guna makan bersama. Sekitar 1 jam, rombongan gubernur meninggalkan Kota Binjai.

Humas Pemko Binja kepada wartawan koran ini mengatakan, pertanyaan tentang pemeriksaan Syamsul di KPK tidak tepat dilontarkan. “Wajar kalau Pak Gubsu tidak mau menjawab pertanyaan itu, sebab tempatnya tidak cocok. Kalau konfirmasi di sebuah ruangan saya rasa ia (Syamsul, Red) mau menjawab,” kata Rusli.

Sejuta Tanda Tangan Dukung Tangkap Syamsul

Panjangnya proses hukum dugaan korupsi APBD Langkat yang melibatkan Syamsul Arifin mengundang keprihatinan banyak kalangan. Diantaranya, massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Tangkap Koruptor (Gertak). Dalam aksinya di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD-SU) kemarin (12/12), massa menuntut agar KPK segera menuntaskan kasus yang menjadikan Syamsul Arifin sebagai tersangka itu.
Gertak mengumpulkan dukungan dengan membentangkan spanduk putih yang mereka sebut, berisi seribu tanda tangan menuntut Syamsul Arifin ditangkap.

“Syamsul Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka. Kalau lima gubernur sudah ditangkap, kenapa Syamsul masih bebas menjalankan aktivitasnya?” seru Kordinator Aksi, Feryansyah.

Melalui aksi sejuta tandatangan tangkap Syamsul Arifin, Gertak mendukung KPK segera menyelesaikan kasus korupsi dimaksud agar tidak menimbulkan prasangka negatif terhadap penegakan hukum.

“Sumut berada di peringkat I paling korup menurut versi ICW. Karena memang sudah berurat akar korupsi ini di Sumut. Tidak hanya Gubernur dan Wali Kotanya (Medan), juga sudah masuk ke lembaga paling terhormat, DPRD. Konon lagi kepala dinas-kepala dinas,” bebernya.

Seperti diketahui, Syamsul Arifin yang berstatus tersangka korupsi APBD Langkat 2002-2007 itu dipanggil KPK Senin (11/10). Yang bersangkutan tidak bias hadir karena menghadiri rapat paripurna RAPBD Sumut 2011 di gedung DPRD Sumut. Untuk itu, KPK akan melayangkan surat panggilan ulang kepada Syamsul. (dan/jul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: