Polsek Padang Tualang Dilaporkan P2TP2A Langkat ke Propam Polri


sumber : Harian Analisa

Stabat, (Analisa)

Diduga tidak menuntaskan perkara penganiayaan dialami Helen Hutabarat (33), warga Afdeling IX Desa Sawit Hulu Kecamatan Sawit Seberang, Kapolsek Padang Tualang AKP Azhari, SE dan Juru Periksa (juper) Panata Fringadi, ST, dilapor ke Propam Polri.

Laporan disampaikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat tanggal 20 Desember 2010 dan ditandatangani Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat Togar Lubis, SH.

Tembusan laporan juga dilayangkan ke Satgas Pemberantasan mafia hukum, Kompolnas, Kementerian PP dan PA, Kapoldasu, Kapolres Langkat, Kajari Stabat dan Kanit P3D Polres Langkat.

Dalam laporannya ke Propam Polri, P2TP2A Kabupaten Langkat minta agar Propam Polri melakukan pemeriksaan terhadap AKP. Azhari, SE dan Briptu Panata Fringadi. Pasalnya, penyidik pembantu Polsek Padang Tualang itu, terkesan tidak menuntaskan perkara penganiayaan yang dialami Helen Br Hutabarat yang terjadi, 5 September 2010 lalu pukul 08.00 WIB dan dilakukan JS (27), warga Afdeling IX Desa Sawit Hulu Kecamatan Sawit Seberang.

Akibat penganiayaan itu, korban menderita bengkak/memar di bagian rahang kiri dan kanan serta luka-luka di bahagian lutut kanan.

Pagi itu korban menyampaikan laporan pengaduan ke Polsek Padang Tualang dengan Nomor Laporan : LP/224/IX/2010/LKT/SEK-PD-TUALANG tanggal 5 September 2010 dan ditandatangani Briptu. Deni Wahyudi selaku anggota SPK Polsek Padang Tualang dan atas laporan pengaduan itu, Penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.SIDIK/221/ IX/2010/Reskrim, tanggal 05 September 2010. Terhadap korban juga dilakukan Visum Et Revertum (VER) dilakukan dokter Lailan Hanifa di Sawit Seberang.

Sejumlah saksi dalam perkara ini telah diambil keterangannya oleh Juper Briptu. Panata Fringadi, ST. Namun, pada tanggal 9 September 2010, Helen Hutabarat malah dilaporkan Magda Br Pasaribu merupakan orangtua tersangka JS.

Magda Br Pasaribu melaporkan Helen dengan alasan, saat kejadian penganiayaan dilakukan JS terhadap Helen, ia berupaya melerai, namun Helen menggigit tangannya. Atas laporan ini akhirnya Penyidik Polsek Padang Tualang juga menetapkan Helen sebagai tersangka penganiayaan.

Namun, Kapolsek dan Juper Polsek Padang Tualang terkesan lebih berupaya menuntaskan pengaduan Magda Br Pasaribu dan mengenyampingkan perkara Helen selaku korban. Juper juga dinilai sengaja mengenyampingkan keterangan-keterangan saksi yang melihat dan mengetahui Helen tidak ada menggigit tangan Magda br pasaribu.

Tudingan Magda Br Pasaribu juga dinilai Helen tidak beralasan, sebab saat itu antara Helen dan Magda sedang saling menjambak rambut, jadi bagaimana mungkin Helen dapat menggigit tangan Magda Br Pasaribu.

Helen serta saksi yang diajukannya juga lebih sepuluh kali memenuhi panggilan Polsek Padang Tualang untuk konfrontir dengan pihak JS, namun urung dengan alasan pihakJS tidak bisa datang. Merasa dipermainkan polisi, akhirnya Helen mendatangani Kantor P2TP2A Langkat untuk mengadukan nasibnya.

“Briptu. Panata Fringady, ST, selaku Penyidik Pembantu dan AKP. Azhari, SE selaku Penyidik Polsek Padang Tualang diduga sengaja berusaha agar perkara Helen Br Hutabarat sebagai korban dikesampingkan dan perkaranya sebagai tersangka naik ke tahap penuntutan. (hpg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: