Soal Keberangkatan Dewan ke Beijing, Rakyat Kecewa


sumber : http://obrolanbisnis.com

MEDAN – Penggunaan uang rakyat bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara (Sumut) terus ‘dikuras’ dewan.

Informasi dikumpulkan wartawan, hingga hari ini diketahui, Komisi B DPRD Sumut berencana melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar negeri (Beijing, China) selama 8 hari (27 Juli – 4 Agustus).

Kunker itu disebutkan guna melihat secara langsung pameran makanan dan investasi di negeri China atas undangan Gubernur Tibet.

Anehnya, dalam undangan Gubernur Tibet tersebut tidak ditujukan kepada dewan, namun pada pimpinan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Badan Investasi dan Promosi (Bainprom), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta pengurus Asosiasi Kota Kembar antara Sumut dan Beijing.

Menanggapi hal itu, Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR), Togar Lubis kepada wartawan, siang tadi, mengutarakan rasa prihatinnya dan kecewa atas tingkah laku wakil rakyat Sumut tersebut khususnya Komisi B DPRD Sumut.

Apalagi katanya, undangan tersebut tidak dialamatkan kepada dewan, namun ke Pemprovsu dan pengurus Asosiasi Kota Kembar antara Sumut dan Beijing.

“Tindakan dewan ini keterlaluan. Berapa uang rakyat yang dihamburkan untuk perjalanan itu. Saya yakin rakyat mengutuk tindakan mereka (dewan),” ucap Togar.

Diterangkannya, sebagai wakil rakyat, prilaku dan tindakan anggota dewan khususnya Komisi B DPRD Sumut, harus mengarah kepentingan rakyat. Bukan mencari kesempatan katanya, di tengah penderitaan rakyat.

Lantas dikatakan, alangkah mulianya anggota dewan tersebut melakukan upaya kongkrit mengatasi permasalahan tingginya harga kebutuhan bahan pokok yang saat ini tidak terkendali.

“Berbuatlah sesuatu yang langsung bersentuhan dengan kepetingan rakyat Sumut. Bukan pelisiran menghuburkan uang rakyat,” ujarnya.

Sedangkan, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Syamsul Hilal saat dimintai komentar, mempertanyakan urgensi (pentingnya) keberangkatan Komisi B DPRD Sumut ke Beijing.

Kalau hanya sekedar melihat pameran, katanya, untuk apa ramai-ramai berangkat ke sana (Beijing). Apalagi, melihat pameran makanan. “Apakah Komisi B, berencana menjadi pedagang makanan sekembalinya dari Beijing,” ungkap Syamsul dikenal kritis tersebut.

Diterangkannya, fungsi lembaga legeslatif sangat jelas yakni, pengawasan, anggaran, dan legeslasi. Bukan mencampuri atau menjalankan anggaran yang ada.

“Melihat pameran dan sebagainya merupakan tugas eksekutif. Jangan pula dewan merasa semua yang dilakukan harus melibatkan dewan, karena semua ada tupoksinya,” ucapnya Syamsul.

Syamsul mengutarakan, betapa banyaknya uang rakyat yang terkuras, untuk membiayai perjalanan ke Beijing tersebut.

Sedangkan kehidupan rakyat saat ini, sambungnya dalam kondisi memprihatinkan. “Jangan karena mereka (Komisi B DPRD SU) semua anggota dewan terkena imbasnya. Pasti rakyat akan mendemo keberangkatan itu,” ucapnya. [hmt]

Satu Tanggapan

  1. revolusi jalan yang tepat…kalau cuma di omongin saja mereka cuek…mari rapatkan barisan untuk revolusi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: