Terkait Potong Bantuan Honor Ribuan Guru dan P3N Langkat K-SEMAR Laporkan Oknum Depag ke Kejari Stabat


sumber : http://www.inimedanbung.com

>> luqman, langkat

Dijebloskannya dua orang petinggi Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Langkat ke dalam penjara beberapa waktu lalu akibat terbukti melakukan tindak pidana korupsi ternyata tidak membuat jera oknum-oknum di kantor tersebut.

Buktinya, Senin (27/12) kemarin, praktek korupsi pemotongan bantuan honor guru Madrasah Diniyah (MDA), Taman Pembacaan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Aliyah (MA), Taman Kanak-Kanak RA (TK/RA) Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) sekabupaten Langkat kembali terjadi.

Sementara itu, bantuan yang notabene bersumber dari Pos Bantuan Sosial lainnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Langkat tahun 2010 dan pendistribusiannya dilakukan oleh Kantor Depag Langkat tersebut diperuntukkan untuk bantuan honor sebanyak 1154 orang Guru MDA, 2004 orang Guru TPQ, 707 orang Guru MA, 615 Guru TK/RA dan 152 P3N.

Besarnya bantuan adalah sebesar Rp. 100 ribu perbulan dan dibayarkan setiap enam bulan sekali dan ternyata saat pembayaran dilakukan para guru dan P3N tersebut hanya menerima antara Rp.400 ribu sampai dengan 500 ribu rupiah.

Menyikapi hal ini, Rabu (29/12) Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, telah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tersebut ke Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat dengan Surat Nomor 98/K-SEMAR/XII/2010 bertanggal 28 Desember 2010 dan ditandatangani oleh Koordinator Togar Lubis, SH. Tembusan laporan juga telah dilayangkan via Pos ke Kejaksaan Agung , KPK dan Kapolri di Jakarta.

Dalam laporannya, K-SEMAR juga menyatakan siap menghadirkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan dihadapan penyidik tindak pidana khusus Kejari Stabat berkaitan dengan terjadinya pemotongan bantuan honor tersebut.

“Kepedulian Pemkab Langkat untuk membantu 4630 orang guru honor MDA, TPQ, MA, TK/RA, dan petugas P3N tersebut ternyata telah dijadikan ajang korupsi oleh oknum-oknum di Depag Langkat dan hal ini kami anggap merupakan perbuatan yang sangat biadap dan tidak berprikemanusian. Tidak ada sedikitpun tercermin keinginan mereka untuk menciptakan Langkat menjadi lebih baik ke depan” kecam Togar Lubis, Rabu (29/12) siang seusai menyerahkan laporan ke pihak Kejari Stabat.

Dijelaskan oleh aktivis penggiat anti korupsi ini, bahwa anggaran yang dialokasikan Pemkab Langkat untuk bantuan tersebut pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 5,556 milyar untuk 4630 orang dan jika honor perorangnya dipotong rata-rata minimal Rp.200 ribu pertahun, maka terjadi kerugian negara sebesar Rp. 926 juta. Apabila tahun 2009 jumlah anggaran yang dialokasikan juga sama besarnya maka jumlah kerugian negara diasumsikan dua kali lipatnya atau sebesar Rp. 1,852 milyar.

“Kita berharap Kejari Stabat segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan korupsi ini dan kita akan pantau penanganannya” ujar Togar Lubis lagi. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: