Mantan Ketua dan Kasubbag Hukum KPU Ditahan


sumber : Harian Sumut Pos

Enam Bulan Jadi Tersangka Korupsi Rp23 Miliar Dana Pilkada

LANGKAT- Dua pejabat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Langkat, Soetomo dan Mirzal ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat, Rabu (5/1). Hal ini terkait dugaan korupsi senilai Rp23 miliar dana hibah APBD TA 2008, menyusul ditetapkannya status tersangka enam bulan sebelumnya.

“Keduanya ditahan, setelah adanya bukti cukup tentang dugaan kesalahan wewenang dalam menggunakan anggaran hibah APBD Langkat tahun 2008, saat berlangsungnya pilkada,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Stabat, H Fatur Rachman di ruang kerjanya.

Fatur yang baru beberapa hari menjabat Kajari Stabat menyebutkan, Soetomo yang disangkakan melakukan korupsi ketika itu menjabat sebagai Ketua KPU, sedangkan Mirzal berstatus sebagai Kasubbag Hukum dan Humas.
Mantan KTU Kejari Mataram yang didampingi G Sinuhaji Kepala Seksi (Kasi) Intelijen serta Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Firmansyah, ini menerangkan, dugaan korupsi dilakukan Soetomo dan Mirzal ketika berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pllkada) Langkat tahun 2008.

Masih lanjut dia, KPUD Langkat ketika itu menerima dana hibah Rp23 miliar dari APBD Pemkab Langkat.
Nah, dalam penggunaannya kedua tersangka diduga menyalah gunakan kewenangan sehingga merugikan negara miliaran rupiah.

Fatur menguraikan, Pilkada dimaksud mendapat gugatan dari salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati dan KPU menggunakan jasa Penasehat Hukum (PH).

Saat itu Soetomo dengan kewenangannya membayar PH tidak sesuai dengan nilai yang dianggarkan, dari Rp400 juta yang dianggarkan hanya dibayar sebagian saja.

Sedangkan Mirzal, urai Fatur, melakukan mark up pembelian berbagai keperluan Pilkada sehingga menimbulkan kerugian negara. “Tentang berapa kerugian negara ditimbulkan dugaan korupsi keduanya, nanti diketahui setelah di persidangan. Sebab, masih dalam pengauditan BPKP,” ujar Fatur.

Disinggung lambatnya eksekusi kepada Soetomo dan Mirzal, Fatur mengaku pihaknya sudah bekerja ekstra dengan personel yang ada. “Ini pun sudah termasuk cepat, karena personel kita terbatas,” dalihnya.
Sebelum ditahan keduanya diperiksa 4 jam di ruang Kasi Pidsus Kejari Stabat. Pemeriksaan dimulai pukul 14.00 WIB dan langsung ditahan pukul 17.30 WIB.

Kedua pejabat KPU ini diboyong keluar ruangan menuju mobil tahanan Kejari Stabat BK 8373 P menuju Rutan Tanjung Pura. Sebelumnya Kejari Stabat juga sudah menahan Sekretaris KPUD Langkat, Syamsul Bahri, terkait dugaan korupsi serupa.(ndi)

Satu Tanggapan

  1. Korupsi di Indonesia, memang sudah menjadi “a never ending story”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: