Terlalu, Bank Sumut Paluta Coret-Coret Rumah nasabah


sumber : www.metrostarindonesia.com

Padang Lawas Utara, Metro Star

Ini adalah gambar beberapa rumah nasabah Bank Sumut yang dicat oleh pihak Bank Sumut Gunung Tua (Paluta) karena tunggakan pembayaran kredit. Padahal menurut informasi dari para nasabah, jatuh tempo kredit merek adalah April 2011. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Bank milik Pemprovsu tersebut sama sekali tidak taat hukum.

Sebagai sebuah lembaga milik pemerintah seharusnya harus bekerja secara professional dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena hal tersebut merupakan cita-cita dan tujuan negara dalam mengayombi warga negaranya.

Hal tersebut tidak tercermin dari sebuah lembaga perbankan milik pemerintah, Bank Sumut (Sumatera Utara) yang merupakan milik Pemerintah Daerah Sumut tersebut tidak mencerminkan sikap professioan dalam rangka melakukan hubungan dengan nasabah dan konsumennya.

Kejadian yang sungguh tidak “mengenakkan” ini terjadi pada beberapa nasabah yang melakukan pinjaman dengan agunan di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara baru-baru ini.
Wartawan Metro Star memperoleh informasi yang menghebohkan ini dari beberapa warga di Kecamatan Dolok, Padang Lawas Utara. Tepatnya ketika para pihak Bank Sumut mendatangi Nasabah yang belum bisa membayaran tagihan pinjaman mereka.

Alasan dari para nasabah yang belum membayat atau menunggak pembayaran tagihan bulanan ini karena kondisi ekonomi mereka yang sedikit terganggu akibat banyak faktor, diantaranya hasil panen buah sawit dan karet mereka sedikit berkurang dari biasanya.

Menurut salah seorang nasabah yang enggan diungkapkan namanya menjelaskan bahwa Pihak Bank Sumut mendatangi rumahnya biasanya pada hari Sabtu dan Minggu yang berarti tidak dalam waktu jam kerja dan layaknya seperti preman atau juru sita yang arogan.

“Mereka mendatangi rumah kami dan warga lain yang pembayaran bulanan pinjamannya bermasalah karena menunggak, setelah kami menjelaskan akan sesegara mungkin melakukan pembayaran mereka tidak langsung mengerti, oknum Bank Sumut ini malah ‘mengecat’ rumah kami tanpa alasan yang jelas” ujarnya kepada wartawan Metro Star.

Nasabah ini juga menambahkan bahwa bukan rumah miliknya saja yang ‘cat’, banyak rumah warga yang bernasib sama. Malah mereka cenderung arogan dan membawa senjata tajam yang seolah-olah seperti preman.

“Dan yang lebih parah mereka (Bank Sumut Cabang Paluta) tidak menggunakan pakaian dinas, persis preman yang menagih utang di negara yang tidak memiliki hukum, pokonya tidak ada etika sama sekali” tambahnya.

“Pihak Bank Sumut tanpa meminta izin memperlakukan rumah nasabah seperti rumah yang sudah berpindah haknya kepada Bank Sumut, padahal belum ada proses pengadilan. Mereka mengecat rumah dengan cat berwarna merah yang bertuliskan “MILIK PT. BANK SUMUT”. Menurut saya itu adalah pelanggaran hukum tindakan pengerusakan” tambah nasabah berinisial LS yang juga rumahnya dirusak oleh pihak Bank Sumut.

Para nasabah mengakui bahwa tunggakan hutang mereka diakibatkan krisis global yang memberikan dampak terhadap harga panen mereka jauh turun drastis dan krisis itu berlangsung sangat lama sekali sehingga mereka sangat kesulitan untuk membayar angsuran pinjaman setiap bulan ditambah dengan beban biaya hidup sehari-hari yang makin mahal.

Nasabah Bank Sumut ini meminta kepada Direktur Utama PT. Bank Sumut untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap jajarannya yang arogan terhadap rakyat sebagai nasabah Bank Sumut, karena sikap tersebut tidak mencerminkan sikap professional. Karena para nasabah ini juga ingin sekali hutang mereka kepada Bank Sumut untuk sesegaranya dibayar karena sertfikat rumah dan kebun mereka jauh lebih mahal harganya dibandingkan pinjaman yang diberikan.

Para nasabah berharap agar Gus Irawan Pasaribu selaku Dirut Bank Sumut bisa bersikap arif dan bijaksana serta mampu melihat kondisi nasabah. Gus Irawan Pasaribu diharapkan bertanggung jawab dengan menindak tergas petugas yang kurang professional tersebut.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada pihak Bank Sumut yang mengaku Koordinator Lapangan khusus Penagihan Lapangan beserta anggotanya ketika melakukan penagihan, dirinya meminta maaf kepada nasabah karena itu di luar sepengatahuannya, dan dirinya mengatakan akan memanggil petugas tersebut.

Wartawan Metro Star mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke Kacab Bank Sumut Paluta, sang kepala tidak ada di tempatnya kerjanya.

Wartawan Metro Star mencoba meminta tanggapan Gubsu H. Syamsul Arifin, SE atas insiden memalukan tersebut karena H. Syamsul Arifin, SE dinilai masyarakat sebagai Gubernur yang merakyat dan tanggap terhadap kesengsaraan yang dialami rakyatnya tidak berhasil alias nihil, karena kontak yang dilakukan via telepon seluler tidak direspon oleh sang Gubernur. (Dani,H.Dly)

Satu Tanggapan

  1. saya mempunyai hutang 80 jt gara2 4 orang rentenir yg selalu menagih bunganya terus n slama ini saya bekerja bukan untuk anak dan istri melainkan untuk memberi rentenis2 itu aku rela melakukan apapun asalkan hutangku lunas walaupun menyakitkan diri ku sendiri asal tidak menyakitkan n mengganggu orang lain waktu yang diberikan tinggal 1 minggu lagi,aku rela menjual salah satu organ tubuhku asal hutangku bisa lunas agar rumah tanggaku tentram yang slama ini slalu suram dan penuh kesengsaraan terus aku tak tega melihat istri n ketiga anakku aku mohon bagi para dermawan yang ingin membantu atau membeli salah satu organ tubuhku langsung sms aku dulu baru telp, karna kalau langsung telp aku takut yang telp itu para rentenir2 yang slalu mengeluarkan cacai maki aku muak dan tak sanggup lagi, aku amri tinggal daerah sumatra utara golonngan darah ku [O ] DAN TIDAK PERNAH MENYENTUIH YANG NAMANYA NARKOBA BAGI DERMAWAN YANG BERSEDIA DAN IKLAS AKU MOHON….085361213244

    bagi para dermawan yang tidak memerlukan ginjalnya saya cuman berharap bantuannya dari bapak ibu,agar memberikan sumbangan kepada saya walaupun itu hanya uang recehan Rp100,500,1000 yang utama saya harapkan keikhlasan bapak n ibu,dan bagi bapak n ibu yang telah memberikan sumbangan seikhlas hatinya walau pun itu uang recehan tapi itu sangat berarti bagi saya, dan saya ucapkan beribu terima kasih,dan semoga murah rizki dan semoga ALLAH membalas kebaikan bapak dan ibu berlipat lipat ganda dari yang bapak ibu sumbangkan aminnnnn…
    sekali lagi mohon keringanan tangan bapak dan ibu ke rekening
    BANK SUMUT
    ATAS NAMA : MARDANI AMRI
    NO.REKENING: 313.02.04.006590-5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: