Didakwa Kasus Percobaan Pembunuhan, Ketua BKD DPRD Langkat Disidang


sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 31 Maret 2011
LANGKAT-PM-Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Langkat, Jumari S (48), menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Rabu (30/3) sore. Politisi PDI-P ini duduk di kursi pesakitan lantaran dilaporkan pasutri dalam kasus percobaan pembunuhan.

Adalah Rija Hendra Tarigan (46) dan Rosdalena Kaban (41), nama pasutri asal Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat itu. Kasus ini, mereka laporkan sekira setahun lalu ke pihak yang berwajib.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Stabat Tajudin SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina SH kemarin, beragenda pembacaan dakwaan yang dirangkai mendengarkan keterangan Tarigan dan Rosdalena, selaku saksi korban.

Lantaran yang didudukkan adalah orang berpengaruh di Langkat, sidang yang terbuka untuk umum ini spontan diramaikan puluhan warga. Mereka datang dengan langsung memadati bangku ruang sidang utama PN Stabat.

Dalam persidangan Rosdalena mengaku, sampai saat ini, dirinya masih merasa ketakutan bila bertemu dengan Jumari. Pasalnya, sejak Jumari melakukan percobaan pembunuhan terhadap suaminya, Rija Hendra Tarigan, dirinya selalu dihantui ancaman terdakwa.

“Jangankan untuk datang ke rumahnya, bertemu dengan terdakwa saja saya takut. Karena saat terdakwa ingin membunuh suami saya, saya lihat langsung dia menebaskan parang ke arah suami saya,” ketus Rosdalena di hadapan majelis hakim.

Rosdalena juga mengatakan, dirinya juga melihat langsung saat Jumari mengejar suaminya hingga ratusan meter dengan hunusan parangnya. “Saya lihat langsung pak hakim. Dia menebaskan parang ke arah suami saya. Untungnya terhalang ranting pohon mangga. Kalau tidak, mungkin suami saya sudah terluka,” ketusnya.

Hal senada juga diungkapkan Rija Hendra Tarigan. Saat kejadian berlangsung, Jumari mendatanginya di halaman rumah saat memberi makan hewan ternak. Saat itu, Jumari dengan garang mengancam dirinya dan mencoba membunuhnya.

“Waktu itu terdakwa datang menghampiri saya sembari mengangkat parang pembabat rumput. Setelah terdakwa mendekat, dia langsung menebaskan parang tersebut ke arah saya, untungnya mengenai ranting pohon mangga,” ungkap saksi.

Terkait keterangan saksi, terdakwa Jumari yang datang lengkap dengan lambang DPRD di dadanya itu, membantah dirinya sengaja mau melakukan percobaan pembunuhan terhadap Rija. “Saya nggak ada niat membunuh pak hakim,” katanya.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Ketua Majelis Hakim Tajudin SH memutuskan menunda persidangan hingga minggu depan. Dan kepada kedua belah pihak, Tajudin berpesan, agar mereka segera menyelesaikan konflik tersebut secara kekeluargaan.

“Sidang ini kita tunda sampai minggu depan, kepada kedua terdakwa dan korban agar sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik,“ saran hakim sambil mengetuk palu tanda sidang ditutup.(wis/jhon)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: