Tersangka Cabul kok Dilepas, Polsek Pangkalan Brandan Diprotes Lembaga Pemerhati Anak


sumber : Pos Metro Medan

P.BRANDAN-PM-Kinerja aparat berseragam coklat kembali disoal. Kali ini, protes ditujukan ke penyidik Polsek Pangkalan Brandan, di Langkat. Para praktisi serta lembaga pemerhati anak, tak terima tindakan polisi di sana yang melepaskan, Usuf (22) tersangka pelaku cabul.

Para narasumber yang ditemui POSMETRO, mengaku mengutuk keras tindakan Kapolsek P Brandan, AKP H Kosim dan jajarannya lantaran melepaskan Usuf (22). Padahal, tersangka harusnya diproses dan dihukuman terkait pemerkosan terhadap seorang anak baru gede (ABG).

Seperti disebutkan orang nomor satu di Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kab Langkat, Ernis Safrin SH, pelaku telah disangkakan melanggar Pasal 81 dan 82 Undang-Undang No 23 tahun 2003, tentang Perlindungan Anak.

Namun disesalkan Ernis Safrin, pihaknya justru mendapati pelaku bebas menghirup udara segar. Padahal sebelumnya, pelaku telah mencabuli, bahkan tepatnya memperkosa mantan kekasihnya yang baru berusia 17 tahun. Sebut saja namanya, Bunga.

Kegadisan warga Kel Pelawi Utara, Kec Babalan, Langkat ini, kata Ernis Safrin, digarap Usuf dengan cara paksa. Pelaku sendiri mengakui perbuatan itu, lantaran tak terima hubungan pacaran mereka diputuskan korban.

Berdalih agar Bunga jadi istrinya kelak, Usuf yang tinggal di Desa Alur Cempedak, Kec Pangkalansusu menggunakan sejumlah cara untuk membujuk rayu Bunga, hingga berhasil dibawa ke penginapan Wisma Sutomo di Jl Sutomo, Pangkalanbrandan pada Sabtu (27/3).

“Sebenarnya, perbuatan pelaku lebih tepat disebut dengan penculikan. Karena dia jemput sepulang kerja lalu diperdaya dengan berbagai bujuk rayu. Semua itu telah direncanakannya dengan matang,” kata Ernis Safrin.

Korban sendiri mau memasuki penginapan itu, lantaran dibujuk-bujuk mau diajak bicara. Setelah berada di dalam, pelaku menggagahi korban yang terlebih dahulu ditelanjanginya.

“Aku belum sempat digituinnya. Tapi kemaluanku dicolok-colok dengan jari tangan kanannya berulangkali,” kata Bunga yang hingga kemarin masih trauma pasca peristiwa itu.

Melihat putrinya seperti orang ketakutan, kedua orang tua Bunga langsung menginterogasi hingga mengakui kejadian yang baru menimpanya. Hari itu juga, keluarga Bunga membuat pengaduan ke Polsek P Brandan.

Tak lama, polisi pun menciduk Usuf dan sempat diwawancarai POSMETRO beberapa waktu lalu. Karyawan perusahaan perkebunan sawit ini mengakui semua tudingan yang diberikan padanya.

Tapi pengakuan Usuf sedikit berbeda. Katanya dia dan Bunga 3 kali berhubungan suami istri di penginapan tersebut.

Usuf juga mengakui, perbuatannya itu dilakukan dengan cara paksa. Sebab katanya, dia tak ingin berpisah dengan Bunga.

Jadi dengan tidak perawannya lagi Bunga, Usuf berharap dapat menjadi pendamping hidupnya kelak.

Hanya hitungan hari, Kapolsek P Brandan, AKP H Kosim mengakui dengan jujur telah melepaskan Usuf. Alasannya, kedua pihak telah berdamai.

Bahkan, katanya, dalam kasus cabul tersebut, pihak keluarga Bunga telah mencabut laporan pengaduannya.

“Berhubung pihak keluarga korban mencabut laporan, maka kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk menahan tersangka. Apalagi kedua pihak sepakat untuk berdamai,” kata Kosim yang juga mengaku kasihan pada pelaku, lantaran saat ini ibunya sedang menderita gangguan jiwa.

Ketua KPAID Ernis Safrin dan Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kab Langkat, Togar Lubis SH, mengaku kecewa atas tindakan Polsek P Brandan yang melepaskan tersangka.

Menurut Ketua KPAID Langkat, suatu kesalahan besar oknum kepolisian Mapolsek Pangkalanbrandan yang seharusnya tersangka diproses dan dimasukan ke dalam penjara, kini, Usuf tersangka yang melanggar Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan anak No. (23) tahun 2003, malah bebas tanpa proses.

“Tak ada tawar-menawar dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Pelaku harus ditangkap lagi dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Meski pun ada perdamaian, tidak bisa menghapuskan proses hukumnya,” kata kedua praktisi itu.(jok/jhon)

2 Tanggapan

  1. lagi2 hukum dipertanyakan terkait keberpihakan utk anak2…

  2. Saya tdk bsa bnyk komen tpi sya rsa tndakan plsek sdh bnr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: