Digadang Menjadi Sekda, Kadis Kebersihan & Pertamanan Diterpa Badai Korupsi


sumber : http://www.harianorbit.com

Medan-ORBIT: Elemen masyarakat Langkat menjadi gempar. Hal itu dikarenakan adanya isu yang menyebutkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Langkat akan diangkat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) di sana. Masyarakat menolak tegas Astaman jadi Sekda Pemkab Langkat.

Informasi yang dihimpun Harian Orbit hingga Selasa (14/6) diketahui dugaan korupsi di tubuh DKP Langkat telah menyebar luas.
Namun yang menjadi pusat perhatian terletak pada figur seorang Kepala DKP Drs H Astaman yang digadang-gadang akan menduduki posisi Sekda Langkat. Masyarakat secara tegas menolak figur yang diduga terlibat korupsi diangkat menjadi Sekda.

Seperti yang diungkapkan Kordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-Semar) Langkat Togar Lubis kepada Harian Orbit. Dijelaskan hal yang perlu mendapat sorotan tajam terlebih dulu adalah pengusutan kasus dugaan korupsi di tubuh DKP itu sendiri.

Sebab, katanya, dari informasi yang beredar Astaman sudah pernah diperiksa kejaksaan terkait hal itu. “Sebelumnya, kejaksaan harus proaktif dan terbuka atas pengusutan kasus dugaan korupsi itu. Biar masyarakat mendapat informasi yang jelas,” ujarnya.
Kemudian kata Togar yang juga merupakan aktivis anak tersebut, bila proses pengusutan sudah diketahui hasilnya, maka masyarakat bisa menilai kelayakan yang bersangkutan untuk dijadikan seorang Sekda di daerah itu.

Sebab, ujar Togar, bila proses pengusutan dugaan korupsi itu terkesan didiamkan maka hal tersebut bisa menjadi polemik tersendiri bagi pemberantasan korupsi. Selain itu, tandas Togar, bila nantinya Astaman yang diduga terlibat korupsi diangkat menjadi seorang Sekda, maka posisi yang dijabatanya akan membuka peluang baru bagi Astaman untuk melakukan dugaan korupsi lainnya.

“Jangan sampai posisi Sekda yang akan dijabat nantinya, semakin membuka peluang seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi. Untuk itu, penegak hukum harus menuntaskan kasus dugaan korupsinya terlebih dulu,” tandas Togar lagi.
Menyerahkan Pada Kejari Stabat

Togar juga menegaskan bila kasus dugaan korupsi Kepala DKP itu belum tuntas dan tidak menemui titik terang, maka dia secara tegas menolak figur Astaman untuk diangkat menjadi Sekda disana. Menurutnya, sebaiknya Pemkab Langkat lebih mengutamakan integritas dalam menentukan jabatan seseorang.

“Sebab, salahsatu upaya pencegahan tindak pidana korupsi adalah tidak memilih penjahat untuk dijadikan pejabat di negara ini,” ujar Togar lagi.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi di tubuh DKP Langkat menguak ke permukaan setelah salahsatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Langkat membeberkan informasi dugaan korupsi tersebut. Diantaranya program peningkatan sarana dan prasarana aparatur sebesar Rp 1.604.653.500.00 yang dianggap tidak terealisasi. Selain itu, program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur senilai Rp 88.600.000.00 yang dianggap juga tidak terealisasi.

Terkait dugaan itu, Kepala DKP Langkat Drs H Astaman membantah tuduhan tersebut. dijelaskan Astaman, dirinya memang sudah pernah diperiksa kejaksaan terkait hal itu. Namun secara tegas dia membantah tuduhan tersebut. Astaman juga mengungkapkan dirinya tidak pernah merasa dicalonkan untuk menjadi seorang Sekda.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Humas Kejatisu Edi Irsan Kurniawan ketika di konfirmasi Harian Orbit Selasa (14/6) perihal kasus dugaan korupsi yang mencuat di Pemkab Langkat dan kini sudah ditangani Kejari Stabat, pihaknya tetap sepenuhnya menyerahkan penanganan perkara itu di sana.

“Jika memang sejak awal dilakukan penyelidikan oleh Kejari Stabat ya akan tentunya akan diselesaikan di sana, sebab seluruh data-data awal yang dimiliki berada di sana. Namun jika nantinya ada pelimpahan secara resmi ke Kejatisu baru tim Kejatisu yang akan mengusutnya,” pungkas Edi. Om-12/15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: