Jadi Kepsek di Binjai Bayar Rp20 Juta?


sumber : http://www.tetaptopkota.com

BINJAI | TOPKOTA
Wow! Isu suap Rp20 juta jadi kepala sekolah (kepsek) di Kota Binjai merebak. Janji Walikota Binjai, Muhammada Idaham pada kampanye lalu akan menciptakan pemerintahan bebas KKN ternyata isapan jempol.

Dugaan suap ini terungkap dari seorang guru dijajaran Dinas Pendidikan Kota Binjai. Katanya, kepemimpinan Walikota Binjai, Muhammad Idaham tak jauh beda dengan kepemimpinan Ali Umri.

“Janji kampanye Idaham tak terbukti. Orang-orang Idaham alias tim suksesnya mengaku, bisa meloloskan seseorang menjadi kepala sekolah asal membayar uang sebesar Rp20 Juta,” ucap sumber di Binjai Utara, Minggu (7/8), yang mohon namanya jangan ditulis.

Cerita Sumber ini berawal dari seorang staf di Dispora Binjai berinisial “N”. N menyarakan Sumber menemui tim sukses Idaham berinisial “C”. C, kata si N mampu meloloskan sumber menjadi kepala sekolah.

“Saya kemudian menjumpai N. Kemudian N meminta saya membuat usulan untuk diserahkan ke BKD. Setelah berkas diserahkan ke BKD, N menyarankan saya menjumpai C dan temannya TS. Kedua orang itu tim sukses Idaham. Selanjutnya saya menjumpai C dan TS,” ujarnya.

Kemudian, kata Sumber, pertemuan dengan C dan TS berlangsung di warung dekat Pemakaman di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan. C dan TS kemudian meminta uang sebesar Rp20 Juta.

“Memang awalnya saya mau memberi uang yang dikatakan N pada saat itu kepada C dan TS. Tapi dengan catatan SK saya keluar. Pada pertemuan itu C dan TS minta uangnya langsung. Karena gak ada tanda bukti, Saya takut memberi uangnya,” sebut Sumber.

Karena tak dapat uang pada pertemuan pertama, C dan TS kemudian menghubungi Sumber dan minta bertemu kembali di warung yang sama. Pada pertemuan itu, C dan TS kembali berupaya meminta uang Rp20 juta itu.

Berdasarkan data TOPKOTA, sebanyak 108 kepala sekolah dilantik, Jumat (5/8) kemarin. Pelantikan disinyalir terjadi dugaan suap seperti yang diungkapkan sumber. Pada saat pelantikan 108 kepala sekolah itu, terlihat sejumlah oknum OKP berpakain preman mengawalnya.

Sementara, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K–SEMAR) Sumatera Utara, Togar Lubis ketika dimintai tanggapannya mengatakan, dirinya berharap DPRD Binjai melakukan penelusuran adanya dugaan suap pada pelantikan 108 kepala sekolah di Kota Binjai.

“Isu dugaan suap itu sudah menjadi rahasia umum. Meski jaringan KKN itu sudah berakar, bila DPRD benar–benar mempunyai niat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, mereka bisa menjalin kerjasama dengan pihak penegak hukum untuk mengungkapnya,” ujar Togar Lubis.

Katanya, dugaan suap untuk menjadi kepala sekolah harus sesegera mungkin diberantas agar dunia pendidikan di Kota Binjai tidak ternodai. “Kita berharap Polres Binjai mampu mengungkap kebenaran adanya dugaan suap tersebut,” tegasnya. (aswin)

Satu Tanggapan

  1. […] jika kini ada guru yang rela mengeluarkan biaya beratus-ratus juta  untuk menjadi kepala sekolah (klik disini). Bahkan ada yang rela melakukan pemalsuan ijasah, pemalsuan umur, pemalsuan sertifikat demi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: