Ancam Habisi Warga Wakapolres Binjai Dilapor ke Mabes


sumber : http://www.tetaptopkota.com

BINJAI | TOPKOTA
Wakapolres Binjai Kompol Budiardo Saragih SIK menuai masalah. Perwira melati satu itu, tanpa sebab memaki dan mengancam akan menghabisi Sie Dong (29) warga Jalan Petai Pasar II, Kelurahan Jati Utomo, Binjai Utara. Merasa terancam, Sie Dong mengadu ke Mapolresta Binjai. Sayangnya, pengaduan itu tidak dilanjuti. Akibatnya, Sie Dong pun mengadu ke Propam Poldasu. Ironisnya, Propam Poldasu terkesan juga mengabaikan pengaduan tersebut.
Pengaduan Sie Dong yang kurang direspon itu disikapi berbagai elemen masyarakat. “Kita bawa kasus ini ke Mabes Polri. Kita harap pimpinan Polri dapat bertindak tegas,” ujar Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara, Togar Lubis, Minggu (21/8) kemarin.

Menurutnya, sikap Kompol Budiardo memaki dan mengancam warga tanpa sebab, cermin dari sebuah arogansi. Sikap itu bukan menunjukkan aparat pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, melainkan cermin dari premanisme. “Sikap Kompol Budiardo itu telah merusak citra Polri. Padahal, saat ini Polrisedang melakukan reformasi,” ujar Togar menyayangkan kejadian itu.

Dikatakannya, sebagai perwira seharusnya Kompol Budiardo tidak bersikap arogan. “Sebagai perwira, apalagi menjabat Wakapolres Binjai dan mempunyai basik pendidikan Akpol, hal itu semestinya tak perlu dilakukan. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat, pada prinsipnya kita akan tetap mendukung kinerja Polri menjadi polisi yang professional, serta mengharapkan agar pimpinan kepolisian memberikan sanksi serta tindakan tegas terhadap oknum yang bersangkutan,” tegas Togar.

Sesuai UU, sebut Togar, sikap arogan Kompol Budiardo dapat dikenakan sanksi melanggar pasal 335 tentang membuat perasaan orang tak senang atas makian dan ancaman tindak kekerasan yang dilontarkannya.
“Kalau penyidik Propam Poldasu menyebut pelapor Sie Dong tidak bisa membuat laporan pengaduan terhadap orang yang sama, itu tidak ada dasar acuannya. Berarti udah gilalah kalau gitu. Apabila pihak kepolisian telah mendengar dan mengetahui terkait prilaku dan tindakan Wakapolres Binjai tersebut. Dilaporkan atau tidak dilaporkan pun, pihak Kepolisian Propam Poldasu berkewenangan melakukan tindakan hukum. Jadi sebenarnya warga (Pelapor–red) dalam hal ini tak mau tahu, karena walaupun dia tak melaporkan prihal itu, pihak penyidik Propam Poldasu sudah berkewenangan melakukan proses itu sendiri,” tandas Togar mengharapkan Polri semakin dewasa dan lebih professional dalam melayani masyarakat tanpa harus mempersulit.

Sementara itu, Sie Dong saat ditemui mengaku melapor ke Polres Binjai dan Propam Poldasu untuk mendapat perlindungan hukum. “Sebagai warga negara Indonesia, saya berhak mendapat perlindungan hukum, atas tindakan semena-mena yang dilakukan Wakapolres Binjai Kompol Budiardo Saragih,” tuturnya.

“Dalam hal ini saya tak mengerti, mengapa Wakapolres Binjai itu memaki–maki dengan mengatakan anjing dan monyet pada saya. Apalagi ada pengancaman dalam kata–kata beliau (Kompol Budiardo red) akan menghabisi saya bila dirinya menjabat sebagai pimpinan nanti. Saya rasa wajar, kalau sebagai masyarakat kita melaporkan apa yang saya alami kepada pihak berwenang,” bilangnya.

Ditanya saat mengadu ke Propam Poldasu, Jumat (19/8) kemarin, Sie Dong merasa pengaduannya dicueki hingga terlantar sampai 3 jam tanpa adanya pelayanan dari pihak penyidik Bripka Rudi Sigalingging yang berdalih dengan argumen kontroversinya. “Saya terkesan dicueki. Saya akan melayang surat ke Mabes Polri atas yang saya alami ini,” ucap Sie Dong.

Dikatakannya, sebagai masyarakat awam, dirinya tidak mengetahui bagaimana proses dan mekanisme penegakan hukum di institusi kepolisian. “Saat melapor Jumat kemarin di Propam Poldasu, hampir 3 jam tidak mendapatkan pelayanan. Padahal kita hanya mengharapkan agar Kepolisian dapat menampung aspirasi masyarakat yang terdzolimi, guna mendapatkan kepastian di mata hukum. Ya kalau laporan pengaduan kita di Propam Poldasu kemarin tak ditanggapi, kita akan melayangkan surat ke Mabes Polri sebagai pucuk pimpinan institusi Polri,” pungkas Sie Dong di sela–sela aktifitasnya bersama keluarga dan anak istrinya. (aswin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: