Pembinaan Pemuda yang Salah Kaprah


sumber : harian orbit

Togar Lubis


PEMUDA sebagai entitas pemersatu bangsa harus menyadari fungsi dan perannya. Seharusnya, pemuda menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.

Namun sekarang pemuda dianggap sebagai bagian dari masalah itu sendiri. Posisi pemuda tereliminasi ke pinggir dan keluar dari lingkaran kelompok sosial masyarakat.

Gagasan itu disampaikan Kordinator Lingkar Progresif Syamsir Pohan kepada Harian Orbit, Kamis 27/10) di Medan. Dikatakan, peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh Jumat (hari ini-red) harus benar-benar dipahami kalangan pemuda. Pasalnya, belakangan ini banyak pemuda terkesan melupakan fungsi dan peran sejatinya dalam masyarakat.

“Pemuda harus benar-benar memahami itu dan jangan ada kesan melupakan perannya di masyarakat,” ujar Syamsir.

Di bagian lain, bekas Ketua Umum Badan Kordinasi (Badko) HMI Sumut itu menambahkan, pembinaan terhadap pemuda seringkali tidak tepat sasaran dan salah kaprah. Namun katanya, di satu sisi pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap pemuda yang kehilangan arah.

Dimanfaatkan Negara Lain

Apalagi, perlakuan manja yang diberikan pemerintah terhadap pemuda membuat pemuda semakin tak terarah dan mengakibatkan kelalaian para pemuda tanahair.

Begitu juga dengan daya saing pemuda yang dianggap lemah. Gelora pemuda kian meredup akibat persoalan diri sendiri yang tidak terjawab. Lapangan pekerjaan uang minim menuntut pemuda harus berdikari, namun selalu terkendala oleh modal.

Diharapkan, pemuda bisa bangkit untuk menentukan fungsi dan perannya dalam masyarakat. “Kita harus berada di garda tedepan perbaikan bangsa yang masih kacau ini. Pejuang kemerdekaan memiliki alas an untuk pesimis, namun pejuang lebih memilih untuk bersikap optimis. Mari kita bangkit,” tegas Syamsir.

Di tempat terpisah, Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, mengatakan sumpah pemuda tahun ini harus menjadi momentum bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pemuda.

Kemudian sambung Togar yang juga aktivis anti korupsi itu, kemampuan intelektual pemuda dianggap mampu membawa bangsa ini ke arah lebih baik.

“Kita juga berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi dan memberdayakan pemuda yang memiliki potensi serta tingkat intelektualitas yang tinggi untuk berkarya dan mengabdi di negeri sendiri,” ujar Togar.

Hal itu perlukan, agar kemampuan para pemuda tidak hanya dimanfaatkan negara-negara lain. Pemerintah seharusnya bersyukur, bahwa anak bangsa ini banyak yang dilahirkan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan bangsa lainnya didunia.

Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak mendapat kesempatan akibat para pejabat kita terkesan masih sangat sulit untuk lepas dari praktik KKN,” tukas Togar. Om-12/Om-Ind
Leave a Reply
Click here to cancel reply.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: