Bengkaknya Biaya SIM di Polres Langkat – Kapolres dan Kasat Lantas Dilapor ke Mabes Polri dan Presiden


sumber :http://www.jurnalmedan.co.id

Kelompok Studi dan Ed ukasi Masyarakat Marginal (K-Semar) Sumut melalui surat Nomor: 115/K-SEMAR/XI/2011 tangal 03 November 2011, Ka­mis (3/11) melaporkan Ka­polres Langkat AKBP Drs H Mardiyono SIK MSi serta Kasat Lantas Polres Langkat AKP Faidil Z SIK.

Laporan pengaduan secara tertulis itu ditembuskan ke Presiden RI,
Kapolri, Kadiv Propam Polri, Komisioner Kompolnas, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Kapoldasu dan Kabid Propam Poldasu.

Kordinator K-Semar Sumut Togar Lubis SH usai mela­yangkan surat tersebut menga­takan, pengaduan yang dila­yangkan merupakan bentuk perhatian terhadap banyaknya persoalan yang melilit di Sat­lantas Polres Langkat. Mulai da­ri maraknya pungli hingga ma­halnya biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Salah satu yang ki­ta laporkan, yakni masalah biaya pembuatan SIM yang begitu mencekik leher,” tandas Togar Lubis sembari mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi di lapangan dan hasilnya cukup mengejutkan.

“Biaya yang dikenakan ketika seorang warga mengurus SIM sangatlah mahal, bahkan kenaikan harga SIM tadi lebih seratus persen dari harga yang telah ditentukan,” katanya.

Mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 bertanggal 25 Mei 2010, tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Ke­polisian Negara Republik In­donesia, yang sebagian isinya adalah penyesuaian tarif penerbitan dan perpanjangan SIM, STNK dan BPKB, dari tarif sebelumnya menurut Pera­tu­ran Pemerintah Nomor 31 Tahun 2004.

Peraturan tersebut berlaku 30 hari setelah tanggal 25 Mei 2010 atau tanggal diundangkan dan secara efektif telah dilakukan sosialisasi selama sebulan penuh hingga akhir Juli 2010. Berdasarkan PP Nomor 50 tahun 2010 tersebut, jenis dan tarif atas jenis PNBP pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang sebagian isinya adalah penyesuaian tarif penerbitan dan perpanjangan SIM, STNK dan BPKB adalah, untuk pembuatan SIM A,BI,BII baru Rp120 ribu.

“Sedangkan untuk perpanjangan SIM A,BI,BII hanya Rp80 ribu. Untuk pembuatan SIM C baru Rp100 ribu. Tapi kenyataanya, warga yang mengurus SIM C dikenakan biaya hingga Rp230 ribu oleh petugas di
Satlantas Polres Langkat.

Begitu juga ketika warga mengurus perpanjangan SIM C dikenakan biaya yang hampir sama dengan membuat baru. Padahal, biaya resmi untuk perpanjangan SIM C hanya Rp75 ribu.” terang Togar seraya mengaku tarif tersebut bukanlah tarif melalui jasa calo atau biro jasa, melainkan tarif yang harus dibayar oleh warga yang berurusan langsung dengan oknum polisi yang bertugas di Satlantas Polres Langkat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Langkat AKBP H Mar­diyono SIK mengatakan, ok­num yang selama ini mengatasnamakan lembaga masya­rakat atau Lembaga Sosial Ma­sya­rakat (LSM) yang menjadi acu­an pemenuhan kaidah jurna­listik, belum tentu memiliki data akurat siapa-siapa masya­ra­kat yang selama ini menge­luh atau keberatan atas pela­yanan yang diberikan jajar­an bagian pelayanan di Lantas.

Tentu saja pernyataan Mar­diyono terkesan mengisya­ratkan, tingginya tarif penerbitan SIM di Satlantas Polres Langkat adalah murni perbuatan biro jasa atau oknum-oknum calo yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Bahkan pernyataan orang nomor satu di Polres Langkat itu juga kami anggap aneh bahkan lucu. Sebab, sepengetahuan kami, suatu aturan hukum yang berlaku di negara ini adalah untuk ditaati dan dipatuhi, bukan malah mencari pembenaran dengan alasan tidak ada masyarakat yang dirugikan atau keberatan.

Untuk itu kami juga siap menghadirkan dua orang saksi yang merupakan warga pemohon penerbitan SIM C tanpa perantara biro jasa ataupun oknum calo di Kantor Satlantas Polres Langkat. Namun untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan kedua saksi, kami mohonkan agar pemeriksaannya dilakukan di Mabes Polri. “Jadi Mabes Polri juga bersedia menanggung seluruh akomodasi ke-2 orang saksi tersebut,“ tegas Togar.

M Arfan Lubis | Langkat | Jurnal Medan

3 Tanggapan

  1. meding 230rb

    ditmpat sya B.Aceh 350rb membuat sim C

    emg dasar koruptor ….

  2. Calo yg sebenarnya adalah wartawan2 brengsek itu

  3. saya warga berandan dari teluk meku,,di jepang ini semua model bayar di mesin,dapat kupon seperti materai, dan gak ada bayar2 langsung ke orang,,semua cukup dengan kupon,,soalnya disini gak beragama tapi agamaan bangat,,pantas kita mencontoh negara maju ini,,mereka meminjamkan uang nmr 1 terbanyak ke negara kita,,luar biasa mereka,,yuk kita contoh,,kita kurangi KKN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: