K-SEMAR Tuding Kejari Stabat ‘Peti-eskan’ Korupsi Langkat


sumber : www.harianandalas.com

Stabat- andalas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat tahun 2011 lalu diduga sengaja “mempetieskan” sejumlah perkara tindak pidana korusi yang kemungkinan merugikan keuangan negara milyaran rupiah.

Padahal bukti-bukti permulaan terjadinya Tindak Pidana Korupsi (TPK) tersebut jelas terlihat pada laporan pengaduan dan lampiran yang disampaikan oleh Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut sebagai pelapor.

Dugaan ini disampaikan oleh Koordinator K-SEMAR Sumut, Togar Lubis, SH, MH, kepada sejumlah wartawan di Stabat, usai melaporkan kembali perkara-perkara tersebut kepada Kejari Stabat, Senin (16/4).

Menurut aktivis penggiat anti korupsi ini, pada akhir Desember 2010 dan awal Januari 2011 lalu, K-SEMAR melaporkan 4 perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) ke Kejari Stabat, yaitu TPK pemotongan bantuan honor guru dan P3N se- Kabupaten Langkat (Senin, 27 Desember 2010) yang dilakukan para oknum dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat.

Bantuan tersebut bersumber dari dana Bansos APBD Langkat tahun 2010 sebesar Rp 5,556 milyar dan diperuntukkan bagi 4630 orang guru honor MDA, TPQ, MA, TK/RA dan petugas P3N. Besarnya potongan itu antara 20 s/d 30 persen dan telah terjadi selama 2 tahun.

Selanjutnya adalah laporan pengaduan TPK Biaya Operasional 6 unit mesin pompa pada waduk di Kecamatan Tanjung Pura, yang bersumber dari APBD Langkat tahun 2004 yang diduga fiktif sebesar Rp 100 juta.

Lalu, anggaran pengerjaan Jalan Hotmix di Dusun 8 s/d Dusun 9, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, yang bersumber dari APBD Langkat Tahun 2010 sebesar Rp. 742 juta, yang dilaksanakan oleh CV KBS yang beralamat di Jalan Samahudi Tanah Merah, Kecamatan Binjai Kota Binjai atas nama Direktur berinisial YP.

Selanjutnya, laporan pengaduan dugaan TPK anggaran Rehab Jembatan di Paluh Madinah, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura senilai Rp 986 juta yang juga bersumber dari APBD Langkat tahun 2010.

Berdasarkan plank proyek, tanggal dimulainya pekerjaan adalah 22 Agustus sampai dengan 22 Desember 2010 dengan pelaksana rehab adalah CV D, yang beralamat kantor di Jalan Perniagaan Stabat, atas nama Direktur bermarga Kaban, namun ternyata dimulainya pekerjaan adalah pada sekira tanggal 5 Nopember 2010 dan selesai dikerjakan sekira tanggal 20 Desember 2010.

Bahan lantai jembatan yang dipasang adalah kayu cempedak kampung yang disisip dengan kayu kelapa, sehingga tidak memiliki kekuatan. Akibatnya, belum sebulan selesai direhab lantai jembatan tersebut sudah rusak kembali.

Yang lebih parah, pagar jembatan yang dipasang adalah besi L bekas yang sudah kropos. Anehnya, pada tahun 2011 yang lalu kembali dialokasikan di APBD Langkat anggaran sebesar Rp 362 juta untuk penggantian lantai jembatan tersebut.

“ Hari ini kita telah sampaikan kembali laporan pengaduan ke-4 dugaan TPK tersebut ke pihak Kejari Stabat sekaligus tembusannya kita layangkan via Pos ke Jaksa Agung, Jamwas Kejagung, KPK dan Komisi Yudisial di Jakarta. Dalam waktu 14 hari sejak hari ini kita akan pertanyakan kembali sejauh mana hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh Kejari Stabat atas laporan yang kita sampaikan. Jika dalam waktu 1 bulan tidak ada perkembangan yang berarti, maka kami akan lakukan aksi unjuk rasa di halaman Kejari Stabat sekaligus melaporkan Kejari Stabat ke Jamwas Kejagung,” kata Togar.

2 Tanggapan

  1. semoga tidak ada korupsi lagi deh,,

  2. basmi abis lah buat para koruptor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: